Sara Lugo
Pariwisata · 3 mnt baca

Penolakan Perubahan Aturan Kasino oleh Sektor Pariwisata Korea Selatan

Organisasi pariwisata Korea Selatan menentang perubahan aturan kasino yang bisa merugikan investasi dan pekerjaan.

Penolakan Perubahan Aturan Kasino oleh Sektor Pariwisata Korea Selatan

Pendahuluan

Kelompok terkemuka dalam industri pariwisata Korea Selatan baru-baru ini mengungkapkan keberatan mereka terhadap rencana perubahan regulasi kasino khusus warga asing. Mereka menilai bahwa kebijakan baru tersebut berpotensi menghambat investasi dan ancaman bagi ketenagakerjaan, serta melemahkan posisi kompetitif negara di pasar Asia.

Dampak terhadap Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan

Rencana revisi ini diumumkan pada awal Juli oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan. Reformasi tersebut melibatkan perubahan Undang-Undang Promosi Pariwisata, termasuk keharusan pembaruan izin setiap lima tahun untuk kasino yang hanya melayani orang asing, persetujuan awal sebelum ada perubahan kepemilikan saham, dan peningkatan kontribusi bagi Dana Promosi dan Pengembangan Pariwisata dari 10% menjadi 15% dari total pendapatan perjudian tahunan.

Protes dari Industri Pariwisata

Sepuluh asosiasi pariwisata, yang meliputi Asosiasi Kasino Korea, Asosiasi Pariwisata Korea, Asosiasi Hotel Korea, dan Asosiasi Agen Perjalanan Korea, menyatakan bahwa ketentuan baru terlalu memberatkan. Mereka khawatir aturan tersebut dapat menurunkan minat investasi pada resor besar dan fasilitas pariwisata lainnya, serta membahayakan lapangan pekerjaan di sektor tersebut. Selain itu, organisasi-organisasi ini menerangkan bahwa operator kasino selama ini sudah memberi kontribusi besar pada dana pariwisata meskipun masih mengalami kerugian operasional bertahun-tahun, karena pungutan didasarkan pada pendapatan bruto.

Mereka menilai bahwa peningkatan batas kontribusi bisa mempercepat kebangkrutan dan melemahkan kompetisi Korea Selatan dalam menarik investasi pariwisata di hadapan Makau, Singapura, Filipina, dan Jepang.

Kekhawatiran Pembaruan Izin

Usulan pembaruan izin setiap lima tahun juga mendapat penolakan dari sektor pariwisata, dengan alasan bahwa kebijakan tersebut menimbulkan ketidakstabilan dalam industri yang membutuhkan investasi besar. Kelompok-kelompok ini menegaskan bahwa kemungkinan evaluasi lisensi setiap lima tahun dapat menghentikan investasi skala besar baru. Mereka menyatakan bahwa mekanisme regulasi yang ada sudah cukup ketat, terutama karena pasar kasino di Korea Selatan lebih banyak melayani turis asing, terkecuali Kangwon Land Inc. Ini menjadikan beban tambahan sulit diterima.

Tanggapan dari Kementerian

Pada hari yang sama dengan kritik tersebut, pihak kementerian mengeluarkan pernyataan balasan. Mereka berargumen bahwa peningkatan kontribusi bagi dana pariwisata sesuai dengan standar internasional, mengacu pada negara-negara seperti Amerika Serikat, Singapura, Makau, dan Jepang, di mana pajak kasino didasarkan pada pendapatan perjudian. Mereka yakin bahwa langkah ini akan meningkatkan sumbangan industri kasino terhadap ekonomi nasional dan meningkatkan daya tarik pariwisata Korea Selatan.

Penutup

Kontroversi seputar proposal reformasi regulasi kasino ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Korea Selatan dalam menyeimbangkan dorongan investasi dengan perlindungan ekonomi lokal. Dengan meningkatnya persaingan di kawasan, Korea Selatan perlu meninjau kembali strategi mereka untuk memastikan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sembari tetap mempertahankan daya saing di pasar global.

Share: 𝕏 FB in